
GERAKAN GOTKU RESIK
Gerakan Gotku Resik di Kelurahan tisnonegaran
Tisnonegaran, 31 Juli 2026 – Kelurahan Tisnonegaran turut berpartisipasi aktif dalam Gerakan Gotku Resik Terpadu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Probolinggo sebagai upaya mengurangi risiko banjir melalui pembersihan saluran drainase sekaligus mendukung terwujudnya Kota Probolinggo Bersolek dan Tangguh Bencana. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026, mulai pukul 05.30 WIB hingga selesai di Saluran Kasbah, Jalan Supriadi (belakang Markas Yon Zipur) dengan sasaran pengangkatan sedimen dan sampah sepanjang kurang lebih 300 meter, mulai dari titik Sumber Pacar hingga Jalan Supriadi.
Gerakan Gotku Resik Terpadu merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI, relawan, serta masyarakat. Sebanyak 100 personel diterjunkan dalam kegiatan ini, termasuk Lurah, staf aparatur Kelurahan Tisnonegaran dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kelurahan Tisnonegaran, yang bersama-sama bergotong royong membersihkan saluran drainase guna mengembalikan kapasitas tampung air dan memperlancar aliran saat musim hujan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan didukung berbagai peralatan berat dan perlengkapan operasional, seperti excavator, dump truck, mesin potong rumput, serta peralatan manual berupa cangkul, garuk, dan sabit. Sinergi antarinstansi ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Lurah Tisnonegaran, Janita Layinnatusiva Istiqomah, S.IP., menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Gerakan Gotku Resik Terpadu ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta tangguh terhadap bencana," ujar Janita Layinnatusiva Istiqomah, S.IP.
Berdasarkan peta lokasi dan dokumentasi cek lapangan yang disertakan dalam nota dinas, titik kegiatan difokuskan pada kawasan Saluran Kasbah di sekitar Jalan Supriadi yang menjadi salah satu jalur drainase penting di wilayah Tisnonegaran. Lokasi tersebut dipilih karena memerlukan normalisasi saluran melalui pengangkatan sedimen dan sampah agar fungsi drainase kembali optimal.
Melalui kegiatan ini, Lurah Tisnonegaran mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan budaya gotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, serta berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air akan memberikan dampak besar dalam mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi seluruh warga.
"Bersama Bergerak, Bersama Menjaga Lingkungan, Bersama Mewujudkan Tisnonegaran yang Bersih, Aman, dan Tangguh Bencana."